English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Kamis, 29 Oktober 2009

membuat read more /mempersingkat kata2


Kode HTML untuk membuat sistem read More pada Blogspot ini aku dapatkan dari Refleksi dan Blog Tutorial. Dengan menggunakan sistem Read More.. maka posting pada halaman depan tidak akan ditampilkan seluruhnya, tetapi hanya sebagian saja.

readmore

Caranya adalah sebagai berikut:
1. Login ke Blogspot --> Tata Letak --> Edit HTML editHTML

2. Untuk berjaga-jaga bila nanti pada hasil editnya ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan, maka download terlebih dahulu template awal untuk back up, sehingga bila ada kesalahan kita bisa mengembalikan kondisi template seperti semula dengan cara meng-upload (unggah) template awal yang telah didownload sebelumnya.

3. Kasih tanda checklist pada menu "Expand Widget Template" expandwid

4. Cari kode dan letakan kode dibawah ini di atasnya:
readmore HTML1

5. Lalu cari kode berikut dan letakan kode di bawah ini di bawahnya:

Read More..
readmore HTML2

6. Simpan template.

Catatan:
* Baris kode yang berwarna hijau adalah baris kode yang bisa dirubah kalimatnya, misalnya kata Read more... dirubah menjadi kata baca lebih lanjut...
* Bila ada error, edit tidak bisa disimpan, hapus dan tulis ulang semua tanda petik (') dan tanda kutip (") yang terdapat pada kode agar kode dapat berjalan, lalu klik tombol simpan template.
* Untuk memudahkan pencarian baris kode, tekan Ctrl + F untuk menampilkan kolom pencarian yang letaknya ada dibawah kolom Edit HTML seperti terlihat pada gambar dibawah ini, lalu ketikan atau kopi paste baris kode yang ingin dicari pada kotak pencarian. Baris kode yang sesuai akan ditunjukan dengan diberi warna hijau. finder

7. Langkah selanjutnya adalah masuk ke Pengaturan--> Formatformatt

8. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu Template Posting. Isi kotak kosong tersebut dengan kode berikut:

templateposting

9. Simpan setting.

*****

Cara memposting (How to post)
Ketika membuat posting, klik Edit HTML maka akan terlihat baris kode:

redamore

Letakan bagian posting yang ingin ditampilkan dihalaman depan (home) diatas baris kode:

dengan sisa postingnya diletakan dibawahnya.
Diakhir postingan letakan baris kode

readmore3

Selamat mencoba.

Read More..

Selasa, 27 Oktober 2009

rekaman kasus KPK

Penasihat KPK Benarkan Isinya PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Harian Bangsa
Selasa, 27 Oktober 2009 12:21
Jakarta-HARIAN BANGSA
Transkrip rekaman pejebakan terhadap Bibit Samar Riyanto dan Chandra Hamzah beredar di kalangan terbatas sejak hari Minggu kemarin. Isinya, mengindikasikan adanya rekayasa sistematis untuk mengkriminalisasikan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
Transkrip itu, tak lain, adalah cuplikan percakapan yang terekam dalam penyadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo--bos PT Masaro Radiokom yang kini menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.
Sejumlah nama petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, termasuk jaksa dan polisi penyidik, disebut-sebut di dalamnya. Salah satunya diduga Wisnu Subroto yang ketika itu menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
Pejabat yang lain yang namanya disebut-sebut diduga adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji. Ditanya wartawan Senin, 26 Oktober 2009 di Bogor, ia hanya menggumam, "... Ehmmm."
Dari Mabes Polri juga muncul nama yang diduga adalah Irjen Pol. Hadiatmoko, Wakil Kepala Bareskrim Polri yang kini menjabat sebagai perwira tinggi di Mabes Polri. Dikonfirmasi, Hadiatmoko hanya menjawab singkat, "No comment."
Ihwal dugaan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini, Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri berjanji akan mempelajarinya.
Adapun Kepala Humas Kejaksaan Agung Didi Juru Bicara Kejaksaan Agung Didiek Darmanto menantang balik KPK untuk membuka bukti rekaman itu. "Silakan saja kalau mau diungkap," katanya.
Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Said Zainal mengatakan KPK memang memiliki rekaman terkait dugaan kriminalisasi terhadap dua pimpinan (nonaktif) KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
"Sebagai penasihat saya pasti tahu," ujar Said kepada wartawan di kantor KPK, Senin 26 Oktober 2009.
Said juga mengutarakan KPK tengah menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan isi rekaman yang dimaksud. "Mungkin di persidangan (dua pimpinan nonaktif)," kata Said.
Ketika para wartawan menanyakan kebenaran isi transkrip rekaman yang beredar di publik, Said pun membenarkan. "Ya, saya kira itu benar. Memang seperti itu," tegas Said.
Dalam transkip itu, Anggodo Widjojo, adik pengusaha Anggoro Widjojo, melakukan komunikasi dengan sejumlah orang yang diduga petinggi di dua lembaga penegak hukum. Pokok pembicaraan dalam transkrip itu mengindikasikan ada upaya rekayasa untuk menjerat dua pimpinan KPK dalam kasus pidana.

Berikut cuplikan transkrip tersebut yang didapat wartawan.

Anggodo ke Wisnu Subroto (22 Juli 2009:12.03)

“… nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Soemarsono, saksi dan teman dekat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, red.) sama Ari (Ari Muladi, tersangka kasus pemerasan dan teman Anggodo, red.) ketemu Truno-3 (Mabes Polri kerap disebut sebagai "Trunojoyo").

Wisnu Subroto ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)

“Bagaimana perkembangannya?”
“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”
“Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”
“RI-1 belum.”
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”

Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

“Yo pokoke saiki Berita Acara-ne kene dikompliti (ya pokoknya sekarang Berita Acara-nya dilengkapi).”
“Wes gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan Rit)
“Janji ambek Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”
“… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (... tinggal menunggu surat dari RI-1?)”
“Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”
“Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”

Hadiatmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far (nama lelaki) semua,”
“Sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono, Pak, yang Antasari itu, Pak. Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK, Pak.”
“Ada pertemuan di ruang rapat Chandra (Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, red.)”
Anggodo ke Kos (nama laki-laki, red) (28 Juli 2009, 12.42)
“Kos, itu kronologis jangan lu kasih dia loh, Kos.”
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan.”
“Cuman lu harus ngomong sama dia: ’terpaksa lu harus jadi saksi,’ karena Chandra lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng.”

Anggodo ke seorang perempuan (28 Juli 2009, 21.41)
“Besok kon tak ente…, ngomong ke Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung, red.) (Besok kamu saya tunggu ..., bicara ke Rit), Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua.”
“Besok penting ngomong. Edi ngingkari, Pak, padahal Antasari bawa Chandra.”

Anggodo ke Prm (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)
“Kelihatannya kronologis saya yang benar.”
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalu lintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok.”
Anggodo ke Wisnu Subroto (29 Juli 2009, 13.58)
“Terus gimana, Pak, mengenai Edi gimana, Pak?”
“Edi udah tak omongken Ir (nama salah satu jaksa di Kejaksaan Agung) apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.”
“Iya, padahal dia saksi kunci Chandra.”
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu (nama petinggi Kejaksaan Agung), gak apa-apa kan, Pak.”
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apa lah.”
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Ir (nama jaksa di Kejaksaan Agung) kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah… perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu gak ngaku. Terus siapa yang ngaku?”
“Ya, you sama Ar.”
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.”
“Nggak, saya dengar dari Edi.”
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha, Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak, dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit, gimana, Bos?”
“Ya ndak apa-apa”

Anggodo ke Wisnu Subroto (30 Juli 2009, 19.13)
“Pak tadi jadi ketemu?”
“Udah, akhirnya Kos (nama seseorang) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”
“Nah itu.”
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.”
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada di situ, diwalik (dibalik) sama-sama doa, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya gak jadi masalah pak, itu saya suruh…”
“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.”
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi AR (pimpinan KPK, red) segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa, Pak? Kan nggak nyambung, Pak”
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu, kan, karena kalo gak ada yang merintah Chandra, Pak, nggak nyambung uang itu, lho."
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”
“Kan saksinya kurang satu.”
“Saksinya akan sudah dua, Ari sama Anggodo”
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana, kan.”
“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, hahaha…”
“Suruh dia ngaku lah, Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma, Pak, punya temen.”
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti, Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik.”
"Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja.”
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”
“Tapi, kalo dia nggak bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno.”
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno.”

Anggodo dengan seorang perempuan (6 Agustus 2009, 20.14)
“Iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae, Yang, ojo ragu-ragu… (Iya, tapi ditanyakan ini tanda tangan siapa, iya toh tidak bisa menjawab. Modelnya bajingan semua, Yang. Chandra itu dijebloskan saja, Yang, jangan ragu-ragu...).”

Anggodo dengan seorang laki-laki (7 Agustus 2009, 22.34)

“Menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar.”
“Dia bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari Minggu, orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”
“Truno (Trunojoyo, red) minta TV dikontak hari ini, supaya besok counter-nya dari Anggoro.”

Anggodo dengan …(8 Agustus 2009, 20.39)
“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma Abang saja tahu bahwa BAP-nya Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong.”
“Siap, Bang.”
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu sindikat mau memeras kita, ya Bang”
“Iya.”
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya si Edi nggak tahu kita.
”Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu, Bang.”
“Iya.”
“Sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar. Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh, Bos.”
“Iya.”
“Menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana tersebut kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa.”
“Betul.”

Al (nama seorang laki-laki) dengan Anggodo (10 Agustus 2009,17.33)
“Secara keseluruhan apik (bagus). Anggoro nggak lari.”
“Kenceng dia ngomonge (gamblang dia bicaranya).”
“Kenceng. Tak rekam banter mau? (Gamblang. Saya rekam keras-keras mau?)”
“Yo wes (ya sudah). Terus poin-poinnya tersasar, kan?”
“Sudah.”
“Tidak lari. Ciamik dee njelasno (bagus sekali dia menjelaskannya).”
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro (tiba-tiba) karena ada testimoni, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan oke.”
“Mengenai cekal, salah sasaran”
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana. Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk semua.”

Alex dengan Anggodo dan Rob (nama laki-laki 3) (10 Agustus 2009:18.07)
“Iya memang di cuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bon (nama pengacara Anggoro), kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press release hari ini.”


Jaksa Agung Hendarman Supandji mengaku telah mengklarifikasi Wakil Jaksa Agung Abdsul Hakim Ritonga terkait beredarnya transkrip yang diduga berasal dari rekaman dengan suara Anggodo Widjojo.
"Ritonga tidak membantah. Tapi, juga tidak menyetujui (transkrip itu)," kata Hendarman kepada wartawan di Mahkamah Agung.
Dalam klarifikasi itu, Hendarman bertanya kepada Ritonga sejauh mana kebenaran transkrip yang sudah dimuat di media massa itu. "Dia (Ritonga) lalu menjelaskan. Tapi, apa klarifikasinya, saya tidak bisa sampaikan kepada anda," kata dia.
Sampai saat ini, Hendarman juga mengaku belum mengantongi transkrip percakapan Anggodo dengan sejumlah orang yang diduga petinggi lembaga penegak hukum. Hendarman berkata baru membaca di media massa.
Read More..

miyabi aduhai

miyabi aduhai


MIYABI OZAWA JADI BINTANG FILM PORNO SEJAK USIA BELIA--- Bagi Anda penggemar film panas pastinya sudah paham betul dengan lika-liku dan detail tubuh Maria Ozawa. Sudah bukan rahasia lagi dikalangan pecinta nudis kalau kecantikan dan kemolekan tubuh Maria Ozawa mampu membuat mereka tergila-gila. Dalam sebuah cuplikan video panasnya, gadis berdarah campuran Kanada-Jepang yang baru berusia 21 tahun ini, tak mampu menatap wajah pria yang menjadi lawan mainnya. Ia sendiri bahkan terkejut dengan semua posisi yang dapat dilakoninya dalam film dewasa tersebut. Lantas bagaimana Maria Ozawa mengawali debutnya hingga menjadi bintang porno yang sangat kesohor itu diantero Asia? Berikut petikan wawancaranya: -Nervous nggak ketika menjalani syuting? Wah, saya nervous banget. Saya tidur lebih cepat pada malam sebelumnya dan bangun kepagian dan masih terus nervous sebelum saya meninggalkan rumah. -Jadi bagaimana sih proses syutingnya? Saya sampai nggak mampu menatap wajah lawan main saya. Saya ingin segalanya cepat selesai. Pokoknya, saya benar-benar gelisah deh. -Kalau bagian adegan seks-nya? Karena ini merupakan film pertama saya, jadi kayanya nggak ada yang spesial deh. Tapi yang pasti, saya baru tahu ternyata melakoni berbagai macam posisi, lumayan sulit ya. Saya sampai nggak tahu lagi posisi apa yang saya lakukan. Saya tahu mengenai "48 posisi bercinta", tapi ternyata posisi-posisi tersebut tak banyak dipraktekan. -Lho tapi bukannya kalau sudah mengetahui "48 posisi bercinta" tandanya sudah bagus kan? Hahahaha... Saya hanya membeli sebuah kalender yang bergambar posisi tersebut, yang tentunya saya lihat setiap hari sepanjang tahun. Tapi saya hanya membacanya, bukan mempraktekkannya lho. -Lantas apa yang ada dibenakmu setelah menyelesaikan film pertamamu? Hmm... Gimana ya? Saya rasa masih banyak yang harus saya lakukan. Saya harus memberikan usaha terbaik ketika membuat film berikutnya. -Oke... Sekarang mengenai hal yang lebih pribadi ya. Kapan sih pengalaman seksual kamu pertama kali? Ketika saya berusia 13 tahun, ya kelas dua SMP lah. -Wah, nggak terlalu cepat tuh? Iya sih, memang cepat. Semua orang berkata saya terlalu cepat, tapi saya tak merasa terburu-buru kok. Hehehe... -Pasti pacarmu labih tua ya? Iya, pacar saya kelas tiga SMA. -Oh... Apa pengalaman pertamamu berjalan oke? Ihh... sakit sekali, sampai ingin nangis. -Lantas apa kamu tidak mau melakukan lagi setelah itu? Setelah yang pertama itu, memang rasanya saya seperti tak lagi ingin melakukannya. Tapi setelah tiga kali melakukannya, saya jadi terbiasa dan baik-baik saja sehabis itu. :P -Setelah itu, berapa banyak pria yang pernah melakukan seks sama kamu? Enam orang. Empat diantaranya pacar dan dua lagi bukan pacar. -Dua orang bukan pacar? Ya, mereka adalah pria yang ingin saya pacari tapi pada kenyataannya, tak mungkin menjalani suatu hubungan dengan saya. -Apa sih pengalaman seks tergila-mu? Pacar saya pernah dirawat di rumah sakit karena mendapat patah tulang, kemudian saya menjenguknya dan kami melakukan hubungan seks disana. -Wah, pasti pacarmu stres karena tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya yang patah itu ya? Nggak tuh, dia malah sangat bersemangat. Hahahaha...*** ---------------------------------------------------------- MIYABI OZAWA TIDAK SUKA BULE--- Maria Ozawa Miyabi adalah fenomena baru dalam dunia industri film porno di Asia setelah berakhirnya era Asia Carera pada tahun 90-an karena AIDS. Gadis muda berusia 21 tahun ini dengan sekejap menjadi kaya meskipun masih tinggal di apartemen yang disewanya sebesar 16 juta rupiah per bulan. Dengan sewa semahal itu lantas berapa gaji yang dia dapatkan sebulan? Jangan heran jika Miyabi dengan profesi yang digelutinya saat ini bisa mendulang 8000 USD dolar per bulannya (sekitar 75 juta rupiah). Tinggal di apartemen mewah yang lebih mirip dengan mansion lengkap dengan segala perabotan serba wah, ia lebih senang hidup menyendiri setelah diusir dari rumah dan dijauhi teman-temannya. Awalnya kehidupan Miyabi dengan kedua orangtuanya baik-baik saja, sampai pada suatu ketika orangtuanya melihat Miyabi tampil bugil di sebuah majalah porno Jepang. Seketika itu meledak lah murka orangtuanya demi melihat Miyabi kecil yang masih remaja polos melakukan hal yang tidak pantas dilakukan anak seusianya. Meskipun demikian Miyabi tetap menjalankan profesinya, dari sekedar foto-foto telanjang berlanjut ke film. Miyabi kembali cari gara-gara ketika membawa 20 film porno yang ia bintangi ke rumah dan ia tunjukkan ke orangtuanya. Sejak itu kedua orangtuanya tidak mau melihat dan mengakuinya lagi sebagai anak. Bahkan teman-teman dekatnya yang dulu akrab dengannya satu persatu mulai meninggalkannya. Mereka alergi di cap berteman dengan seorang bintang film porno...sungguh menyedihkan... Namun sebagai wanita muda yang punya ambisi besar, situasi ini tidak membuatnya patah arang untuk melanjutkan profesinya...demi uang ia tetap bertahan dan konsisten !!! Hidup soliter membuat dirinya pintar memasak. Bagaimana tidak orang seperti dia selalu menghindari membeli makanan di tempat-tempat umum jika tidak ingin diserbu penggemarnya atau dimaki orang-orang yang nyinyir terhadap profesinya... Selain gemar memasak, Miyabi juga paling doyan nonton film-film porno yang ia bintangi sendiri. Semua koleksi video yang ada di kabinet TV-nya adalah film porno. Sebagai bintang film porno papan atas ia juga perlu belajar berbagai posisi penting dari bintang-bintang film porno lainnya. Meskipun banyak tawaran mengalir untuk hijrah keluar Jepang (Amerika dan Eropa) dan bermain dengan pria-pria bule, Miyabi tetap tidak mau dan tetap memilih tinggal di Jepang dan memilih pasangan main dari pria-pria lokal. Alasannya cukup masuk akal juga. Menurutnya "perabot" pria Jepang lebih kecil dan tahan lama dalam melakukan adegan syur dibandingkan pria bule yang menurutnya memiliki "perabot" lebih besar dan menyakitkan. Seringkali dalam melakukan adegan di beberapa filmnya, Miyabi tampak menangis dan itu memang benar-benar tampak alamiah. Sebabnya ia sedang tidak menikmati dan benar-benar sakit. Miyabi juga mengancam akan cabut dari AV (PH Film Porno) jika ia dipaksa melakukan adegan atau posisi yang tidak ia sukai. Bahkan dulu pacar-pacarnya (4 orang -- sebelum semuanya diputusin) ketika sedang bersamanya dan ingin menonton film yang ia bintangi, Miyabi selalu tidak pernah mengijinkannya. Namun setenar apapun dan sebanyak apapun uang yang ia hasilkan dari pekerjaannya saat ini, sosok Miyabi adalah juga manusia normal yang juga merindukan orang tua, sahabat, teman-teman dan keinginannya untuk menikah seperti wanita kebanyakan. Jika saat ini ia melakukan seks untuk bisnis suatu hari nanti ia merindukan ada laki-laki yang ingin menikahinya. Andakah lelaki yang beruntung itu ?

Read More..

Minggu, 18 Oktober 2009

gosip

Lamaran Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Nia Ramadhani PacarAcara Lamaran Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie (F) sukses digelar di kediaman Ayah Nia, Priya Ramadhani di Jl.Benda 2 No. 9, Ciganjur, Jakarta Selatan Sabtu sore, 17 Oktober 2009. (O) Persiapan pertunangan Nia Ramadhani Bakrie sendiri sudah dilakukan sejak 3 hari yang lalu.

Sayang, prosesi pinangan adat sunda yang berlangsung juga sekitar pukul 20.00 WIB ini diwarnai :-$ hujan deras, petir dan angin kencang. Hmm, ini pertanda dimulainya acara silahturahmi dua keluarga atau…. :-S

Oct Read More..
UNTUK DOWNLOAD MP3 ADA DI BAWAH SENDIRI

Tinggalkan jejak langkahmu

pilihlah yang anda sukai

link sahabat

 

software

software kabel CA-42/ser2pl
modem CDMA
software winrar
softwaresuper copy

Followers

About Me

Foto Saya
bram zaka
haloo semua
Lihat profil lengkapku